Arief Afandi Wakil Wali Kota Surabaya menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang diadakan pemerintah kota Surabaya di Gedung Sawung Galing lantai enam Jalan Jimoreto Surabaya, 11 maret 2009. Acara yang bertujuan Membina Mental Pegawai Negeri Sipil dimulai pukul sembilan. Arief Afandi orang nomor dua di Surabaya ini datang pukul setengah sembilan dengan diikuti beberapa orang dibelakangnya.
Dalam sambutanya Arief mengatakan "peringatan ini untuk menyemangati ke Islaman Pegawai Negeri Sipil dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Kita harus jujur dan punya empaty terhadap orang lain,” kata Arief Afandi saat memberikan sambutan. Arief Afandi hanya memberikan sambutan selama sepuluh menit karena ada kegiatan yang lain yang haruss diselesaikanya.
Sama halnya undangan yang lain Arief Afandi naik ke lantai enam melalui tangga karena Lift sudah rusak sejak satu tahun yang laludan saat ini sedang dalam perbaikan. Undanagan yang menghadiri tidak mengunakan pakaian busana muslim melaikan berpakaian dinas, namun beberapa orang memngenakan songkok untuk mendukung penampilanya.
Tidak ada kursi untuk duduk baik peserta maupun Wakil Wali Kota sendiri, mereka duduk di lantai beralaskan karpet merah. Tampak beberapa undangan kelelahan saat menaiki tangga. Meski acara sudah dimulai undangan masih berdatangan bahkan saat Arief Afandi meninggalkan ruanganpun.
Ada juga undangan yang duduk-duduk diluar ruangan gedung tempat berlangsungnya acara. Namun lebih banyak yang masuk dalam ruangan, terbukti rungan sebesar lapangan basket itu penuh oleh undangan. Dengan ditemani satu gelas air mineral dan sebatang roti undangan mendengarkan ceramah dengan hikmat.
Jumat, 20 Maret 2009
Liburan Panjang Rezeki Berkurang
Beberapa sopir angkutan di terminal bratang Surabaya mengeluhkan sepinya penumpang di hari libur nasional. Libur panjang dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal tujuh hingga sembilan Maret 2009. Terminal Bratangpun tampak lengah karena beberapa sopir angkutan kota sengaja tidak narik .
Menurut Suko salah satu sopir angkotan kota lyn S (Joyoboyo, Bratang, Kenjeran) sepinya penumpang disebabkan tidak adanya kegiatan sekolah dan perkantoran. “Meski anak sekolah cuma membayar seribu lima ratus hingga dua ribu rupiah, namun dapat menutupi sepinya orang umum yang naik angkutan,” kata pria 49 tahun ini. Hari kerja biasanya Suko dapat mengantongi uang dua puluh ribu dan di hari libur seperti saat ini hanya cukup untuk makan dan setoran sebesar lima puluh ribu tiap hari.
Hal senada juga dikatakan Yusuf sopir angkutan kota lyn JBM (Joyoboyo, Bratang, Medoan), dengan mulai berkerja jam setengah enam pagi hingga tujuh malam kadang harus menalangi uang setoran sebesar dua puluh lima ribu rupiah tiap hari. Yusuf mengeluhkan banyaknya sepeda motor yang dijadikan alat trensportasi masarakat sekarang. “Seharusya pemerintah mebatasi penguna sepeda motor dijalan raya, apalagi sekarang sepeda motor juga digunakan alat transportasi untuk mudik,” kata pria yang sudak menjadi sopir tujuh tahun ini.
“Tidak seperti dulu mas tahun 1998 sepeda motor jarang dan mau beli sepeda motor susah, sekarang lebih gampang. Dengan lima ratus ribu ribu sudah bisa membeli sepeda motor dengan cara kridit,” imbuhnya. Hari libur seperti sekarang ini yusuf mengaku dapat narik lima sampai tujuk kali PP (Pulang Pergi) namun hasilnya tidak sebanding dengan hari aktif kerja. Biasanya di hari aktif kerja yusuf menarik tiga kali PP dalam sehari dan hasilnya dapat dinikmati berbeda dengan hari libur nasional seperti sekarang ini.
Tidak jarang beberapa sopir angkutan kota yang lain menunggu penumpang sambil tidur-tiduran dalam angkotnya. Hal ini dikarenakan sepinya penumpang yang datang. Terlihat beberapa angkutan juga sedang antri ngetem menunggu giliran untuk jalan menarik angkutan.
Menurut Suko salah satu sopir angkotan kota lyn S (Joyoboyo, Bratang, Kenjeran) sepinya penumpang disebabkan tidak adanya kegiatan sekolah dan perkantoran. “Meski anak sekolah cuma membayar seribu lima ratus hingga dua ribu rupiah, namun dapat menutupi sepinya orang umum yang naik angkutan,” kata pria 49 tahun ini. Hari kerja biasanya Suko dapat mengantongi uang dua puluh ribu dan di hari libur seperti saat ini hanya cukup untuk makan dan setoran sebesar lima puluh ribu tiap hari.
Hal senada juga dikatakan Yusuf sopir angkutan kota lyn JBM (Joyoboyo, Bratang, Medoan), dengan mulai berkerja jam setengah enam pagi hingga tujuh malam kadang harus menalangi uang setoran sebesar dua puluh lima ribu rupiah tiap hari. Yusuf mengeluhkan banyaknya sepeda motor yang dijadikan alat trensportasi masarakat sekarang. “Seharusya pemerintah mebatasi penguna sepeda motor dijalan raya, apalagi sekarang sepeda motor juga digunakan alat transportasi untuk mudik,” kata pria yang sudak menjadi sopir tujuh tahun ini.
“Tidak seperti dulu mas tahun 1998 sepeda motor jarang dan mau beli sepeda motor susah, sekarang lebih gampang. Dengan lima ratus ribu ribu sudah bisa membeli sepeda motor dengan cara kridit,” imbuhnya. Hari libur seperti sekarang ini yusuf mengaku dapat narik lima sampai tujuk kali PP (Pulang Pergi) namun hasilnya tidak sebanding dengan hari aktif kerja. Biasanya di hari aktif kerja yusuf menarik tiga kali PP dalam sehari dan hasilnya dapat dinikmati berbeda dengan hari libur nasional seperti sekarang ini.
Tidak jarang beberapa sopir angkutan kota yang lain menunggu penumpang sambil tidur-tiduran dalam angkotnya. Hal ini dikarenakan sepinya penumpang yang datang. Terlihat beberapa angkutan juga sedang antri ngetem menunggu giliran untuk jalan menarik angkutan.
Geliat Jalur Darat dalam Bingkai

Tirai hitam tembus pandang tertiup angin berhembus, meniup bumi Stikosa-AWS. Angin semilir menyejukan hati para jiwa muda yang baru lahir, 14 anak lahir dengan membawa ari-ari karya foto terbaikya.
Dalam Pendopo Stikosa-AWS (Sekolah Tinggi ilmu Komunikasi-Almamater wartawan Surabaya)terpajang 28 karya foto anak-anak muda SeHati anggota baru Himpunan mahasiswa pecinta Fotagrafi (Himarfi). Dalam ruang yang tertutup tirai itu kesebelas fotografer muda memamerkan foto-foto terbaiknya yang diberi tema Geliat Jalur Darat Surabaya.
Foto-foto angkatan Sehati mengabadikan suasana jalan yang ada di Suarabaya diantaranya Jalan Raya Ahmad Yani dan Darmo Surabaya. Foto-foto yang dijajar melingkar di ruang Pendopo mengabadikan suasana yang ada di jalan diantaranya mobil, lampu, becak dan kegiatan-kegiatan lain yang ada di jalan-jalan di Surabaya.
Irfan Maulana ketua pelaksana pameran dan juga anggota baru Himarfi dalam sambutan mengatakan "Pameran ini merupakan pembuktian dari eksistensi dari Himarfi Basic Training (HBT) yang selama ini diterimanya. Pameran ini dibuka oleh fajar Arifianto Ketua Tiga Stikosa-AWS mewakili Zainal Arifin Emka ketua satu Stikosa-AWS yang tidak dapat hadir.
"Saya harap pameran ini menjadi jembatan untuk pameran yang lebih baik lagi" kata Fajar Arifianto dalam sambutanya saat membuka pameran.
Sayang dalam pameran di hari pertama masuk kuliah setelah libur semester gasal kurang memdapat antusias mahasiswa lain untuk melihatnya, terbukti hanya beberapa mahasiswa yang menghadiri pembukaan pameran foto SeHati. Pamaran 28 foto dapat anda nikamati mulai tanggal 2 maret 2009. Jangan lupa sebelum melihat-lihat terlebih dahulu anda mengisi buku tamu yang disediakan panitia angkatan SeHati.(fhoto:Krisna Fajar)
Pedagan Pasar Bunga kayon menjadi korban hipnotis
Nasip sial dialami Prawito pedagan di Pasar Bunga Kayon selasa 10/2 kemarin. Prawito digendam seorang pria berwajah India yang pura-pura membeli vas bunga seharga 2000 rupiah .
Uangya sebesar 700 ribu rupiah ditukari dengan uang receh sejumlah 100 ribu rupiah.
Prawito menuturkan kejadian terjadi sekitar pukul enam sore, saat itu seorang pria datang dengan wanita bule dan anak kecil kira-kira umurya sepuluh tahun. Pria yang mirip orang India itu membeli vas bungga, sambil memberikan uang pengendam itu menyalami tangan Prawito. Sejurus kemudian pria pengendam yang umurnya sekitar 40 tahun tersebut minta tolong uangya untuk ditukar.
Dengan mengeluarkan uang seratus ribu yang berupa enam lembar sepuluh ribuan dan dua lembar dua puluh ribuan pria itu minta ditukar dengan satu lembar seratus ribu. Tanpa disadari pedagang asal Mojokerto tersebut mengeluarkan uang enam lembar seratur ribu dan dua lembar lima puluh ribu.
Setelah berhasil membawa uang Pengendam itu minta diantarkan mencari makan. Pedagang yang berjualan di stan B.20-21 tersebut mengantarnya ke jalan, pria pengendam kembali menyalami tangan Prawito. Pria pengendam bersama wanita dan seorang anak laki-laki tersebut naik ke mobil dan sudah ditunggu sopir, lantas mereka pergi ke arah selatan.
Sasaat setalah ditingal pengendam Prawito tersadar dan mencoba menghitung uang miliknya, ternyata benar hilang tujuh ratus ribu"Kenapa saya tadi mau disalami," sesalnya. "Kemarin menertawakan orang yang dihipnotis di televisi sekarang merasakanya dan ternyata begini rasanya sangat cepat," imbuhnya.
Uangya sebesar 700 ribu rupiah ditukari dengan uang receh sejumlah 100 ribu rupiah.
Prawito menuturkan kejadian terjadi sekitar pukul enam sore, saat itu seorang pria datang dengan wanita bule dan anak kecil kira-kira umurya sepuluh tahun. Pria yang mirip orang India itu membeli vas bungga, sambil memberikan uang pengendam itu menyalami tangan Prawito. Sejurus kemudian pria pengendam yang umurnya sekitar 40 tahun tersebut minta tolong uangya untuk ditukar.
Dengan mengeluarkan uang seratus ribu yang berupa enam lembar sepuluh ribuan dan dua lembar dua puluh ribuan pria itu minta ditukar dengan satu lembar seratus ribu. Tanpa disadari pedagang asal Mojokerto tersebut mengeluarkan uang enam lembar seratur ribu dan dua lembar lima puluh ribu.
Setelah berhasil membawa uang Pengendam itu minta diantarkan mencari makan. Pedagang yang berjualan di stan B.20-21 tersebut mengantarnya ke jalan, pria pengendam kembali menyalami tangan Prawito. Pria pengendam bersama wanita dan seorang anak laki-laki tersebut naik ke mobil dan sudah ditunggu sopir, lantas mereka pergi ke arah selatan.
Sasaat setalah ditingal pengendam Prawito tersadar dan mencoba menghitung uang miliknya, ternyata benar hilang tujuh ratus ribu"Kenapa saya tadi mau disalami," sesalnya. "Kemarin menertawakan orang yang dihipnotis di televisi sekarang merasakanya dan ternyata begini rasanya sangat cepat," imbuhnya.
Pasar ya Dibakar
Pasar tradisional sudah tidak patut dipertahankan, dengan alasan relokasi kebakaran menjadi solusi. Api yang membara melalap lapak-lapak tua yang memang tinggal sedikit umurnya, sedangkan ajal siap merengutnya.
Kalau kita kembali mengingat tanggal26 Juli 2007 Surabaya digamparkan peristiwa terbakarnya Pasar Turi yang menjadi pusat grosir di Jawa Jimur. Sebelum kebakaran sudah berdiri lebih dulu bangunan yang lebih besar yang memang disiapkan untuk relokasi pedagang Pasar Turi. Namun beberapa pedagan menolak karena tingginya harga sewa yang mencekik leher pedagang.
Sebelunya kita juga tidak bloeh melupakan terbakarnya Pasar Wonokromo yang sekarang menjadi DTC (Darmo Trade Center), Wijaya shopping center dan pasar Kapas Krampung. kebakaran memang menjadi trend untuk memindahkan pedagan ketempat yang baru. Siapapun tidak menolak relokasi asalkan harga yang ditawarkan tidak memberatkan pedagang.
Sebentar lagi PD Pasar Surya akan memindahkan pedagang yang ada di Pasar Keputran. Pedagang di Pasar Keputran memang semakin menjamur di beberapa tempat seperti di jembatan dekat Indosat dan Jalan Irian Brat. Selain itu PD Pasar surya juga akan membuat wajah pasar Bungga kayon menjadi dua wajah yaitu menghadap ke timur yaitu sungai dan menghadap ke barat yaitu jalan.
Relokasi Pasar keputran tidak gampang, pedagang angan pindah ketempat yang lebih jauh dan kurang strategis, begitu juga pedagang Pasar Bungga Kayon memelih bertahan dengan pasar tradisional dari pada pasar yang baru yang harganya tidak terjangkau oleh pedagang yang ada saat ini.
Apa yang akan terjadi apabila pedagang di kedua pasar bertahan?, apakah kebakaran kembali menjadi jawapan seperti saudara-saudara mereka yaitu pasar Turi, Wonokromo, Wijaya shopping center dan pasar Kapas Krampung?. Kita tinggal menunggu jawaban beberapa tahun lagi, Kita berharap jawaban yang ebih bijak.
Kalau kita kembali mengingat tanggal26 Juli 2007 Surabaya digamparkan peristiwa terbakarnya Pasar Turi yang menjadi pusat grosir di Jawa Jimur. Sebelum kebakaran sudah berdiri lebih dulu bangunan yang lebih besar yang memang disiapkan untuk relokasi pedagang Pasar Turi. Namun beberapa pedagan menolak karena tingginya harga sewa yang mencekik leher pedagang.
Sebelunya kita juga tidak bloeh melupakan terbakarnya Pasar Wonokromo yang sekarang menjadi DTC (Darmo Trade Center), Wijaya shopping center dan pasar Kapas Krampung. kebakaran memang menjadi trend untuk memindahkan pedagan ketempat yang baru. Siapapun tidak menolak relokasi asalkan harga yang ditawarkan tidak memberatkan pedagang.
Sebentar lagi PD Pasar Surya akan memindahkan pedagang yang ada di Pasar Keputran. Pedagang di Pasar Keputran memang semakin menjamur di beberapa tempat seperti di jembatan dekat Indosat dan Jalan Irian Brat. Selain itu PD Pasar surya juga akan membuat wajah pasar Bungga kayon menjadi dua wajah yaitu menghadap ke timur yaitu sungai dan menghadap ke barat yaitu jalan.
Relokasi Pasar keputran tidak gampang, pedagang angan pindah ketempat yang lebih jauh dan kurang strategis, begitu juga pedagang Pasar Bungga Kayon memelih bertahan dengan pasar tradisional dari pada pasar yang baru yang harganya tidak terjangkau oleh pedagang yang ada saat ini.
Apa yang akan terjadi apabila pedagang di kedua pasar bertahan?, apakah kebakaran kembali menjadi jawapan seperti saudara-saudara mereka yaitu pasar Turi, Wonokromo, Wijaya shopping center dan pasar Kapas Krampung?. Kita tinggal menunggu jawaban beberapa tahun lagi, Kita berharap jawaban yang ebih bijak.
Bengawan kian Malang
Musim penghujan mamang belum mencapai puncaknya, namun debit air yang dihasilkan sudah cukup merepotkan. Beberapa daerah di Indonesia menjadi korban, seperti beberapa daerah di Jawa Tengahdan Jawa Timur.
Sungai Bengawan merupakan sungai terpanjang di tanah Jawa. Panjangnya mencapai 548 KM dari Hulu sungai di Wonogiri hingga hilir di Gresik Jawa Timur. Sungai Bengawan mengalir sampai jauh memutari beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti, Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan Sragen. Sedangkan Jawa Timur meliputi Ngawi, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik.
Semua wilayah di atas baik di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak luput dari korban meluapnya jumlah air hujan musim ini, khususnya hujan yang terjadi pada tanggal 30 Januarilalu yang secara terus menerus. Akibatnya debit air Sungai Bengawan meluap dan mengenangi jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur setinggi 1 M, selain itu sawah dan rumah juga tidak luput dari musibah.
Bengawan Kurang Bendungan
Bila kita bandingkan dengan Sungai Brantasdi Jawa Timur yang lebih pendek dari Sungai Bengawan, Sungai Brantas memiliki tiga bendungan yang mampu menjadi wadah debit air di musim penghujan. Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Karang Kates, Wling Raya atau Jegu dan Serut.
Sedangkan Sungai Bengawan yang lebih panjang hanya memiliki satu waduk yaitu waduk Gajah Mungkur yang ada di Wonogiri. Tidak salah apabila Waduk Gajah Mungkur tidak mampu menampung seluruh curah hujan yang yang berhilir di Sungai Bengawan. Seandainya Sungai Bengawan memiliki beberapa waduk tentu banjir tahunan ini dapat sedikit teratasi. Salain itu Waduk juga dapat dimanfaatkan sebagai pengairan sawah dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).
Sebenarnya Pulau Jawa masih kekurangan sumber energi listrik. Apabila pemerintah cermat dapat memanfaatka sungai Bengawan Yang besar dan panjang untuk dijadikan waduk penghasil tenaga listrik. Dengan adanya waduk dengan pemanfaatan yang baik selain dapat menangulangi banjir kekurangan egergi listrik di Pulau Jawa juga akan teratasi.
Sungai Bengawan merupakan sungai terpanjang di tanah Jawa. Panjangnya mencapai 548 KM dari Hulu sungai di Wonogiri hingga hilir di Gresik Jawa Timur. Sungai Bengawan mengalir sampai jauh memutari beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti, Wonogiri, Sukoharjo, Solo dan Sragen. Sedangkan Jawa Timur meliputi Ngawi, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik.
Semua wilayah di atas baik di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak luput dari korban meluapnya jumlah air hujan musim ini, khususnya hujan yang terjadi pada tanggal 30 Januarilalu yang secara terus menerus. Akibatnya debit air Sungai Bengawan meluap dan mengenangi jalur Jawa Tengah dan Jawa Timur setinggi 1 M, selain itu sawah dan rumah juga tidak luput dari musibah.
Bengawan Kurang Bendungan
Bila kita bandingkan dengan Sungai Brantasdi Jawa Timur yang lebih pendek dari Sungai Bengawan, Sungai Brantas memiliki tiga bendungan yang mampu menjadi wadah debit air di musim penghujan. Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Karang Kates, Wling Raya atau Jegu dan Serut.
Sedangkan Sungai Bengawan yang lebih panjang hanya memiliki satu waduk yaitu waduk Gajah Mungkur yang ada di Wonogiri. Tidak salah apabila Waduk Gajah Mungkur tidak mampu menampung seluruh curah hujan yang yang berhilir di Sungai Bengawan. Seandainya Sungai Bengawan memiliki beberapa waduk tentu banjir tahunan ini dapat sedikit teratasi. Salain itu Waduk juga dapat dimanfaatkan sebagai pengairan sawah dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air).
Sebenarnya Pulau Jawa masih kekurangan sumber energi listrik. Apabila pemerintah cermat dapat memanfaatka sungai Bengawan Yang besar dan panjang untuk dijadikan waduk penghasil tenaga listrik. Dengan adanya waduk dengan pemanfaatan yang baik selain dapat menangulangi banjir kekurangan egergi listrik di Pulau Jawa juga akan teratasi.
Surabaya kembali dijajah
Tanah di Surabaya semakin hari samakin sempit. Bukan berarti bumi sedang mengkerut, tetapi semakin sulitnya kita mendapatkan sepetak tanah untuk kita tempati ataupun kepentingan masyarakat umum.
Penjajah kembali merebut tanah yang sudah diperjuangkan Pahlawan hingga tahun 1945, tepatnya 18 Agustus 1945. Tanah Pahlawan Saat ini dijajah oleh barang yang berupa lembaran. Apakah barang kejam itu??? Ya Anda benar Uang.
Sunguh Bangsat uang itu, karena uang tanah di surabaya bukannya tumbuh subur tanaman hijau justru tumbuh Hutan Beton yang membuat udara panas. Surabaya Green and cleen hanya Jargon tak bertuan omong kosong smemua itu. Coba Anda ingat kembali isu apa yang sedang berkembang diberbagai media mengenai tanah di Surabaya?
Anda sebagai warga kota surabaya saya harapkan tau Kebun Bibit taman Flora. Tempat budidaya tumbuhan di surabaya itu sedang direbutkan oleh uang dan pemkot Surabaya. Dari informasi yang saya baca di salah satu media di Surabaya beberapa waktu lalu Taman Flora saat ini bersetatus cerai dengan Pemkot Surabaya. Sejak kapan aku juga tidak tau!!!.
Coba kita berfikir menggapa taman yang akhir-akhir ini menjadi alternatif untuk Out Bond siswa-siswi baik TK dan SD di Surabaya itu bisa lepas, dan siapa yang melepasnya?. Semua itu hanya permainan orang -orang yang punya kepentingan di dalamnya. Orang-orang yang tega menjual tanah yang ada di kawasan Surabaya Timur, tepatnya sebelah Utara Terminal Bratang itu menurut saya yang punya hak atas tanah pada saat itu.
Pertanyaan timbul dalam benak saya kapan tanah itu dijual, karena menurut saya dari pertanyaan itu akan terjawap orang yang tega menjual tempat penangkaran Rusa tersebut. Berarti orang yang punya kekusaan pada saat itu merupakan orang yang tega menjual tanah tersebut.
Terlepas dari siapa yang menjual Taman Flora dalam benak saya juga timbul pertanyaan akan menjadi apa tanah tersebut. Menurut saya tidak jauh-jauh dari Hutan beton yang lagi musim di Surabaya. Mall dan Ruko sedang menjadi trend dan tumbuh bagai jamur di musim penghujan.
Harus kemana siswa-siswi TK dan SD atau Anda sendiri jika ingin mencari tempat untuk Out bond gratis sekaligus mengetuahui jenis-jenis tanaman di Surabaya, apabila Taman floradi sudah tidak lagi ada?.
Penjajah kembali merebut tanah yang sudah diperjuangkan Pahlawan hingga tahun 1945, tepatnya 18 Agustus 1945. Tanah Pahlawan Saat ini dijajah oleh barang yang berupa lembaran. Apakah barang kejam itu??? Ya Anda benar Uang.
Sunguh Bangsat uang itu, karena uang tanah di surabaya bukannya tumbuh subur tanaman hijau justru tumbuh Hutan Beton yang membuat udara panas. Surabaya Green and cleen hanya Jargon tak bertuan omong kosong smemua itu. Coba Anda ingat kembali isu apa yang sedang berkembang diberbagai media mengenai tanah di Surabaya?
Anda sebagai warga kota surabaya saya harapkan tau Kebun Bibit taman Flora. Tempat budidaya tumbuhan di surabaya itu sedang direbutkan oleh uang dan pemkot Surabaya. Dari informasi yang saya baca di salah satu media di Surabaya beberapa waktu lalu Taman Flora saat ini bersetatus cerai dengan Pemkot Surabaya. Sejak kapan aku juga tidak tau!!!.
Coba kita berfikir menggapa taman yang akhir-akhir ini menjadi alternatif untuk Out Bond siswa-siswi baik TK dan SD di Surabaya itu bisa lepas, dan siapa yang melepasnya?. Semua itu hanya permainan orang -orang yang punya kepentingan di dalamnya. Orang-orang yang tega menjual tanah yang ada di kawasan Surabaya Timur, tepatnya sebelah Utara Terminal Bratang itu menurut saya yang punya hak atas tanah pada saat itu.
Pertanyaan timbul dalam benak saya kapan tanah itu dijual, karena menurut saya dari pertanyaan itu akan terjawap orang yang tega menjual tempat penangkaran Rusa tersebut. Berarti orang yang punya kekusaan pada saat itu merupakan orang yang tega menjual tanah tersebut.
Terlepas dari siapa yang menjual Taman Flora dalam benak saya juga timbul pertanyaan akan menjadi apa tanah tersebut. Menurut saya tidak jauh-jauh dari Hutan beton yang lagi musim di Surabaya. Mall dan Ruko sedang menjadi trend dan tumbuh bagai jamur di musim penghujan.
Harus kemana siswa-siswi TK dan SD atau Anda sendiri jika ingin mencari tempat untuk Out bond gratis sekaligus mengetuahui jenis-jenis tanaman di Surabaya, apabila Taman floradi sudah tidak lagi ada?.
Langganan:
Postingan (Atom)